Berita Terkini
BAZNAS Hadirkan Layanan Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Penyintas Gempa di NTT
BAZNAS Hadirkan Layanan Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Penyintas Gempa di NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan Layanan Dukungan Psikososial bagi anak penyintas bencana gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyebut pendampingan psikososial ini difokuskan untuk memulihkan trauma serta memulihkan kondisi emosional anak-anak di wilayah terdampak.
"Pendampingan psikososial ini sangat krusial agar anak-anak penyintas gempa dapat mengikis rasa cemas berlebih dan kembali ceria di tengah situasi darurat," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Idy menegaskan BAZNAS berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak gempa tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi mental para korban, khususnya kelompok rentan.
Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan bergotong royong dalam menyalurkan bantuan demi mempercepat pemulihan para penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur.
"Kami ingin memastikan seluruh hak anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk mendapatkan rasa aman serta perlindungan jiwa," tutur Idy.
Hingga 31 Agustus 2026 operasi tanggap bencana di NTT, BAZNAS telah mengerahkan 90 personel lapangan, tim Rumah Sehat BAZNAS, armada operasional, dan Pos BAZNAS Tanggap Bencana guna melayani warga di enam kabupaten terdampak, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.
Selain itu, BAZNAS juga telah mengoperasikan 53 pos layanan kemanusiaan, mendistribusikan 52.550 porsi makanan lewat dapur umum berkapasitas 7.450 porsi per hari, dapur air 3.500 cup per hari, 928 paket logistik keluarga, perlengkapan kebersihan, selimut, terpal, sekolah darurat, hingga layanan kesehatan bagi 619 pasien di 7 titik penanganan.
#baznas #Zakat #Infaq #Sedekah #gempa ntt #Peduli gempa NTT
04/09/2026 | Habibi Zein
Ekspedisi Sehatkan NTT, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Hadirkan Dokter Spesialis Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
Ekspedisi Sehatkan NTT, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Hadirkan Dokter Spesialis Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
MANGGARAI TIMUR, 2 September 2026 — Di tengah suasana pemulihan pascagempa bumi, akses layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi warga terdampak. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta bergerak mendekatkan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/9/2026).
Tim medis BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta hadir dengan membawa layanan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan gratis bagi warga. Tim tersebut terdiri atas Dokter Spesialis Anak dr. Ardi, Dokter Umum dr. Iqbal, serta Dokter Spesialis Kulit/Estetik dr. Adli Arhani.
Kehadiran para dokter di tengah masyarakat menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta pascagempa. Bukan sekadar membawa bantuan, tim medis hadir untuk mendengarkan keluhan warga, memeriksa kondisi kesehatan, memberikan konsultasi, hingga memastikan pasien memperoleh obat sesuai kebutuhan.
Dari pelayanan yang dilakukan di lapangan, sejumlah keluhan kesehatan ditemukan pada warga dewasa dan lansia. Keluhan yang banyak dijumpai antara lain pegal-pegal atau myalgia serta hipertensi. Sementara pada anak-anak, keluhan yang dominan meliputi diare, batuk, pilek, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dokter Spesialis Anak BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, dr. Ardi, mengatakan pelayanan kesehatan di lokasi bencana penting dilakukan karena kondisi lingkungan pascagempa dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai keluhan kesehatan, khususnya pada anak-anak.
“Anak-anak cukup rentan dalam kondisi pascabencana. Karena itu, pemeriksaan sejak awal penting untuk mengetahui keluhan yang dialami dan memberikan penanganan yang sesuai. Kami berharap kehadiran tim medis ini dapat membantu warga, terutama anak-anak, tetap mendapatkan layanan kesehatan meskipun sedang berada dalam situasi pemulihan,” ujar dr. Ardi.
Bagi sebagian warga, kedatangan tim medis menjadi ruang untuk kembali mendapatkan perhatian setelah melalui situasi sulit akibat bencana. Pemeriksaan dilakukan secara langsung, disertai konsultasi dan pemberian obat-obatan secara gratis. Layanan ini diharapkan membantu warga menjaga kesehatan sekaligus mendukung proses pemulihan setelah gempa.
Pimpinan Bidang IV BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Prof. Bunyamin, mengatakan kehadiran tim medis merupakan wujud kepedulian masyarakat Jakarta kepada warga NTT yang sedang menghadapi masa sulit.
“Terima kasih kepada seluruh donatur, muzaki, mustahik, dan masyarakat DKI Jakarta yang telah bergotong royong mendukung aksi kemanusiaan ini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Mas Pram dan Wakil Gubernur Bang Doel atas dukungan yang diberikan. Semoga kehadiran tim medis dan bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” ujar Prof. Bunyamin.
BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta memastikan respons kemanusiaan akan terus diperkuat, tidak hanya melalui penyaluran bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga layanan kesehatan dan pendampingan langsung bagi masyarakat terdampak. Di tengah proses pemulihan, kehadiran tersebut menjadi ikhtiar untuk memastikan warga NTT tidak merasa berjalan sendiri menghadapi dampak bencana.
#baznasbazisdki #gempa ntt #Infaq #Pemberdayaan Umat #baznas #Sedekah #Peduli gempa NTT #Zakat
04/09/2026 | Habibi Zein
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi saksi semangat para relawan dan masyarakat, termasuk di antaranya Mashita, penyintas gempa yang berprofesi sebagai seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok yang memilih tetap mengulurkan tangan, meskipun masih diselimuti duka akibat gempa.
Warga Desa Salama,Kecamatan Reok (Reo), Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu harus menerima kenyataan pahit rumah tempatnya bernaung Bersama keluarga harus hancur akibat gempa. Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian karena belum memungkinkan kembali ke rumah.
Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempatnya mengajar. Ketika tanah berguncang hebat, ia bersama para santri berhamburan mencari tempat aman. Dalam keadaan panik, Mashita memilih memastikan para santri selamat sebelum memikirkan keselamatan dirinya.
Setelah semua santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah. Ia segera menghubungi mereka dan bersyukur mengetahui keduanya selamat. Bagi Mashita, rumah yang rusak masih bisa dibangun kembali, sementara keselamatan keluarga jauh lebih berharga.
Di tengah kondisi itu, Mashita tidak memilih berdiam diri. Saat BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Mashita ikut menjadi relawan. Setiap pagi selepas salat Subuh, ia bersama relawan lainnya menyiapkan makanan untuk para penyintas.
Sebanyak 250 porsi makanan disiapkan setiap harinya untuk segara didistribusikan ke kampung dan posko mandiri yang belum mendapatkan bantuan atau logistiknya belum masuk.
Bagi Mashita, seporsi makanan bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga bentuk kepedulian bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
"Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita.
Sebagai penyintas, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman. Namun, pengalaman itu justru membuatnya semakin terdorong membantu warga lain yang mengalami kondisi serupa.
"Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya.
Menurutnya, dapur umum BAZNAS menjadi ruang untuknya dan warga NTT bangkit. Ia tidak hanya menerima bantuan sebagai penyintas, tetapi juga ikut membantu menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga lainnya.
Rumahnya mungkin belum bisa kembali seperti semula. Kedua orang tuanya pun masih berada di posko. Namun, di tengah kehilangan itu, Mashita memilih tetap bergerak.
Dari dapur umum BAZNAS, Mashita belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti kembali memiliki rumah yang utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada sesama, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan.
"Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya.
27/08/2026 | Humas BAZNAS DKI Jakarta
Agenda Pimpinan

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peresmian Kantor FSUI: Simbol Sinergi Ulama, BAZNAS (BAZIS) DKI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peresmian Kantor FSUI: Simbol Sinergi Ulama, BAZNAS (BAZIS) DKI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Jakarta, 12 September 2025 – Forum Silaturahmi Ulama Indonesia (FSUI) menggelar Peresmian Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSUI sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPP FSUI, Jalan Otista Raya No. 64, Jakarta Timur, Jumat (12/9).
Acara penuh keberkahan ini dihadiri oleh ulama, habaib, serta berbagai tokoh masyarakat. Turut hadir Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi ulama dalam membangun umat dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., memberikan sambutan hangat. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi ulama dan pemerintah dalam menghadirkan Jakarta yang maju, sejahtera, dan berakhlak mulia. “Peresmian kantor FSUI ini saya harapkan menjadi pusat dakwah, silaturahmi, serta penguatan peran ulama di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum DPP FSUI, KH. Kholid Hidayat Hasyim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tokoh, khususnya dukungan dari pemerintah dan lembaga zakat. “Momen ini bukan hanya peresmian kantor, tetapi juga peresmian tekad untuk bersama-sama menebarkan keberkahan dan ridha Allah SWT,” tuturnya.
Dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan, acara ini menjadi simbol nyata sinergi antara ulama, BAZNAS (BAZIS) DKI, dan pemerintah dalam menjaga ukhuwah Islamiyah serta membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.
12-09-2025 | Habibi Zein

Pimpinan BAZNAS DKI Jakarta Turut Hadir di Rakornas Guna Perkuat Sinergi Zakat, Sukseskan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
BAZNAS DKI Jakarta Turut Hadir di Rakornas Guna Perkuat Sinergi Zakat, Sukseskan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta, 26 Agustus 2025 – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (26/8). Rakornas yang berlangsung pada 26–29 Agustus ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai bentuk dukungan terhadap agenda Indonesia Emas 2045.
Acara turut dihadiri Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Pimpinan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta juga hadir aktif dalam forum nasional ini sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi zakat di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa Rakornas menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi zakat sebagai instrumen transformasi sosial demi kesejahteraan umat. Hal ini sejalan dengan misi Asta Cita dalam membangun SDM unggul, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
BAZNAS mencatat penghimpunan zakat nasional meningkat signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun pada 2024, dengan jumlah muzaki mencapai 28,46 juta jiwa. Transformasi tata kelola juga terus diperkuat melalui digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, serta penerapan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai ukuran kinerja dan dampak zakat.
Sebagai rangkaian kegiatan, Rakornas 2025 juga menghadirkan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, dan mitra perusahaan yang berkontribusi besar dalam penguatan ekosistem zakat nasional.
#baznas #Infaq #Zakat #Sedekah #Rakornas Baznas
27-08-2025 | Habibi Zein

Pimpinan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Turut Hadiri Pengajian Subuh di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta
Pimpinan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Turut Hadiri Pengajian Subuh di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta
Jakarta — Pimpinan BAZNAS BAZIS DKI Jakarta turut menghadiri acara Pengajian Subuh dan Shalat Subuh berjamaah yang digelar di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jl. Taman Suropati No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Silaturrahim Jakarta Al-Munawwar ini dihadiri para ulama, habaib, ustadz, dan tokoh masyarakat. Pengajian subuh tersebut dipimpin oleh KH. Maulana Kamal Yusuf dan KH. Mahfudz Asirun, dan, yang menyampaikan pesan-pesan keimanan dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Juga Hadir Langsung menyapa para Ulama dan Umaro se DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Permanono Anung dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS BAZIS DKI Jakarta atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi BAZNAS BAZIS DKI yang tidak hanya fokus pada program bantuan sosial, tetapi juga mendukung kegiatan keagamaan yang mempererat ukhuwah dan memperkuat moral masyarakat,” ujarnya.
Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, tokoh agama, dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Jakarta yang beriman, sejahtera, dan penuh berkah.
15-08-2025 | Habibi Zein
Berita Pendistribusian

BAZNAS DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang
BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang Jakarta Barat
BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang
Jakarta, 29 Juni 2026 – BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta meresmikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di RW 12 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/6). Peresmian dilakukan oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, bersama Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, sebagai wujud kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan PT JNE dalam meningkatkan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk.
Peresmian MCK tersebut dilaksanakan usai rangkaian Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kelurahan Tomang yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Kehadiran fasilitas sanitasi ini menjadi bagian dari dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan.
Program pembangunan dan renovasi MCK merupakan hasil kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan PT JNE melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp110 juta. Sebanyak Rp70 juta dimanfaatkan untuk pembangunan dan renovasi MCK di Kelurahan Tomang yang kini telah selesai dan siap digunakan masyarakat. Sementara Rp40 juta lainnya dialokasikan untuk renovasi MCK di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, yang saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan dan desain.
Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, mengatakan penyediaan fasilitas sanitasi yang layak merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, akses terhadap MCK yang bersih dan sehat tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, tetapi juga menjaga kenyamanan dan martabat masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Kami meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas dasar yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kehadiran MCK ini diharapkan dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat, nyaman, dan bermartabat," ujar Akhmad H. Abu Bakar.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan PT JNE menjadi contoh bagaimana dana zakat, infak, sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS (BAZIS) serta dana CSR perusahaan dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kolaborasi ini membuktikan bahwa pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan dunia usaha dapat berjalan bersama menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Kami berharap semakin banyak mitra yang bergabung sehingga lebih banyak lagi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya masyarakat prasejahtera yang tinggal di kawasan padat penduduk," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, mengapresiasi kontribusi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT JNE dalam mendukung penyediaan fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
"Wilayah padat penduduk membutuhkan perhatian dan gotong royong dari berbagai pihak. Kehadiran MCK ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS (BAZIS), dan dunia usaha mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang memperoleh akses terhadap sanitasi yang layak," ujar Iin.
Peresmian MCK di RW 12 Kelurahan Tomang menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas dasar yang layak. Ke depan, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan lebih banyak program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah yang masih membutuhkan akses sanitasi yang memadai.
#Infaq #baznas #Zakat #Sedekah #Kampung Zakat
09/07/2026 | Habibi Zein

Dari Zakat untuk Umat, Program Bedah Rumah Baznas Bazis Wujudkan Hunian Layak di
Senyum bahagia terpancar dari wajah Minarni (56), warga RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, saat menempati rumah barunya yang kini berdiri kokoh dan nyaman. Setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang kerap kebanjiran dan nyaris roboh, impiannya memiliki hunian layak akhirnya terwujud melalui Program Bedah Rumah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara.
Bagi Minarni, rumah baru yang kini ditempatinya bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya. Rumah berukuran 6 x 3,2 meter yang berdiri di atas tanah warisan orang tuanya itu telah dihuni keluarga selama lebih dari 45 tahun. Sebelumnya, rumah tersebut mengalami kerusakan parah dan hampir setiap hujan turun selalu dilanda banjir.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Baznas Bazis, Bapak Camat, Bapak Lurah, dan semua yang telah membantu. Rumah kami kini sudah bagus dan nyaman. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu dengan kesehatan, keberkahan, serta perlindungan-Nya," ucap Minarni.
Ia menambahkan, proses pembangunan rumahnya berlangsung sekitar tiga minggu hingga akhirnya berubah menjadi hunian yang layak dan aman untuk ditempati bersama keluarga.
Program yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu.
Pada tahun 2026, Program Bedah Rumah Dhuafa menargetkan pembangunan 35 rumah. Pada Semester I, sebanyak 20 warga telah menjadi penerima manfaat, dengan rincian 15 rumah telah selesai dibangun dan lima rumah lainnya masih dalam tahap pengerjaan, sementara sisanya tengah menjalani proses asesmen.
Kepala Pelaksana Wilayah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara, Wisnu Cakraningrat, mengatakan Program Bedah Rumah merupakan program rutin tahunan yang disinergikan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Program ini bertujuan membantu warga dhuafa atau mustahik agar memiliki hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman. Tahun ini kami menargetkan 35 rumah. Pada semester I telah selesai membangun 15 rumah, lima rumah sedang dalam proses, sedangkan sisanya masih dalam tahap asesmen," ujarnya.
Wisnu menjelaskan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN), perusahaan, serta masyarakat melalui unit pengumpul zakat di tingkat kelurahan, RT, dan RW.
Menurutnya, seluruh dana yang dihimpun dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk bedah rumah. Bahkan, kelurahan dengan penghimpunan ZIS yang tinggi akan mendapatkan apresiasi berupa tambahan kuota program bedah rumah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta jajaran yang terus mendukung program Baznas Bazis Jakarta Utara. Semoga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," katanya.
Saat meresmikan Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 di lingkungan RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kamis (9/7), Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, mengangkat martabat, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat.
"Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas Bazis dalam mengurangi ketimpangan hunian sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat," ungkapnya.
Hendra menambahkan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari ASN, perusahaan, dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui Baznas Bazis agar semakin banyak warga yang dapat dibantu.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan apabila masih terdapat warga yang ijazahnya tertahan di sekolah agar dapat difasilitasi melalui Program Tebus Ijazah. "Saya berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang terkendala meraih masa depan karena ijazahnya tertahan. Pendidikan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik," tuturnya.
Pada acara peresmian Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 turut dihadiri Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, KH. A. Nur Alam Bakhtir, Camat Koja, Toto Bondan, Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi, serta jajaran terkait.
#Bedah Rumah #Infaq #Zakat #Sedekah #baznas
09/07/2026 | Habibi Zein

Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS Salurkan Santunan Rp3,44 M
Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS (BAZIS) Salurkan Santunan Rp3,44 Miliar untuk 3.440 Anak Yatim se-DKI Jakarta
BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan "Santunan Muharram dan Belanja Bersama Anak Yatim: Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta" di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026), dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Program yang dirancang untuk menebar kebahagiaan ini menjangkau skala masif di seluruh wilayah administrasi Jakarta. Total penerima manfaat pada tahun ini mencapai 3.440 anak yatim yang tersebar di 5 Wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu , dengan total dengan total santunan senilai Rp3.440.000.000,- (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah) . Secara rinci, sebaran penyaluran santunan di wilayah DKI Jakarta pada momentum Muharram tahun ini adalah sebagai berikut:
- Jakarta Selatan: 1.200 anak yatim (Total Rp1,2 Miliar)
- Jakarta Timur: 600 anak yatim (Total Rp600 Juta)
- Jakarta Utara: 550 anak yatim (Total Rp550 Juta)
- Jakarta Barat: 450 anak yatim (Total Rp450 Juta)
- Jakarta Pusat: 400 anak yatim (Total Rp400 Juta)
- Kepulauan Seribu: 240 anak yatim (Total Rp240 Juta)
Dari ribuan penerima manfaat tersebut, sebanyak 150 anak yatim dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun dihadirkan secara langsung di Gajah Mada Plaza untuk merasakan pengalaman berbelanja dan merayakan kebersamaan. Setiap anak yang hadir menerima paket santunan senilai Rp1.000.000,- yang terdiri atas:
- Rp500.000,- paket pemenuhan gizi (beras, telur, daging kornet, daging ayam, susu, dan bahan pangan lainnya);
- Rp250.000,- voucher belanja di Hypermart;
- Rp250.000,- uang tunai;
- Tambahan paket sekolah berupa tas dan alat tulis.
Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung keberlanjutan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang.
Gubernur Pramono mengapresiasi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung berbagai program sosial, termasuk Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera. Sepanjang 2025, program tersebut telah membantu 6.050 peserta didik dengan total bantuan Rp14,9 miliar, dan pada 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan pemutihan 6.000 ijazah agar semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala administrasi.
Ia turut menyoroti keberlanjutan dan cakupan kerja BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta di luar kegiatan hari ini.
> "Kegiatan seperti ini sederhana temanya, tapi manfaatnya besar dan langsung dirasakan oleh anak-anak yatim kita. Insya Allah, kegiatan baik seperti ini akan terus kita adakan setiap tahun," ujar Pramono.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dengan program-program lain seperti Tebus Ijazah dan Bedah Rumah Dhuafa, yang menurutnya memperlihatkan cakupan kerja lembaga yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat.
Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., menambahkan, kegiatan hari ini merupakan representasi dari penyaluran yang lebih luas ke seluruh penjuru Jakarta.
> "Setiap keranjang belanja yang terisi hari ini bukan sekadar barang kebutuhan, melainkan simbol harapan, kemandirian, dan bukti kasih sayang kita untuk anak yatim DKI Jakarta," tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen transparansi, Laporan Keuangan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen — capaian yang menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah oleh lembaga dijalankan secara profesional dan akuntabel, sejalan dengan prinsip amanah yang menjadi landasan seluruh program penyaluran, termasuk Santunan Muharam.
BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan kehadiran langsung dalam kegiatan ini, serta kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.
09/07/2026 | Habibi Zein



