WhatsApp Icon
BAZNAS DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang

BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang Jakarta Barat

BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang

Jakarta, 29 Juni 2026 – BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta meresmikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di RW 12 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/6). Peresmian dilakukan oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, bersama Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, sebagai wujud kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan PT JNE dalam meningkatkan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk.

Peresmian MCK tersebut dilaksanakan usai rangkaian Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kelurahan Tomang yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Kehadiran fasilitas sanitasi ini menjadi bagian dari dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

Program pembangunan dan renovasi MCK merupakan hasil kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan PT JNE melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp110 juta. Sebanyak Rp70 juta dimanfaatkan untuk pembangunan dan renovasi MCK di Kelurahan Tomang yang kini telah selesai dan siap digunakan masyarakat. Sementara Rp40 juta lainnya dialokasikan untuk renovasi MCK di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, yang saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan dan desain.

Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, mengatakan penyediaan fasilitas sanitasi yang layak merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, akses terhadap MCK yang bersih dan sehat tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, tetapi juga menjaga kenyamanan dan martabat masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Kami meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas dasar yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kehadiran MCK ini diharapkan dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat, nyaman, dan bermartabat," ujar Akhmad H. Abu Bakar.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan PT JNE menjadi contoh bagaimana dana zakat, infak, sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS (BAZIS) serta dana CSR perusahaan dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kolaborasi ini membuktikan bahwa pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan dunia usaha dapat berjalan bersama menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Kami berharap semakin banyak mitra yang bergabung sehingga lebih banyak lagi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya masyarakat prasejahtera yang tinggal di kawasan padat penduduk," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, mengapresiasi kontribusi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT JNE dalam mendukung penyediaan fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

"Wilayah padat penduduk membutuhkan perhatian dan gotong royong dari berbagai pihak. Kehadiran MCK ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS (BAZIS), dan dunia usaha mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang memperoleh akses terhadap sanitasi yang layak," ujar Iin.

Peresmian MCK di RW 12 Kelurahan Tomang menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas dasar yang layak. Ke depan, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan lebih banyak program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah yang masih membutuhkan akses sanitasi yang memadai.

09/07/2026 | Kontributor: Habibi Zein
Dari Zakat untuk Umat, Program Bedah Rumah Baznas Bazis Wujudkan Hunian Layak di

Senyum bahagia terpancar dari wajah Minarni (56), warga RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, saat menempati rumah barunya yang kini berdiri kokoh dan nyaman. Setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang kerap kebanjiran dan nyaris roboh, impiannya memiliki hunian layak akhirnya terwujud melalui Program Bedah Rumah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara.

Bagi Minarni, rumah baru yang kini ditempatinya bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya. Rumah berukuran 6 x 3,2 meter yang berdiri di atas tanah warisan orang tuanya itu telah dihuni keluarga selama lebih dari 45 tahun. Sebelumnya, rumah tersebut mengalami kerusakan parah dan hampir setiap hujan turun selalu dilanda banjir.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Baznas Bazis, Bapak Camat, Bapak Lurah, dan semua yang telah membantu. Rumah kami kini sudah bagus dan nyaman. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu dengan kesehatan, keberkahan, serta perlindungan-Nya," ucap Minarni.

Ia menambahkan, proses pembangunan rumahnya berlangsung sekitar tiga minggu hingga akhirnya berubah menjadi hunian yang layak dan aman untuk ditempati bersama keluarga.

Program yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu.

Pada tahun 2026, Program Bedah Rumah Dhuafa menargetkan pembangunan 35 rumah. Pada Semester I, sebanyak 20 warga telah menjadi penerima manfaat, dengan rincian 15 rumah telah selesai dibangun dan lima rumah lainnya masih dalam tahap pengerjaan, sementara sisanya tengah menjalani proses asesmen.

Kepala Pelaksana Wilayah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara, Wisnu Cakraningrat, mengatakan Program Bedah Rumah merupakan program rutin tahunan yang disinergikan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Program ini bertujuan membantu warga dhuafa atau mustahik agar memiliki hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman. Tahun ini kami menargetkan 35 rumah. Pada semester I telah selesai membangun 15 rumah, lima rumah sedang dalam proses, sedangkan sisanya masih dalam tahap asesmen," ujarnya.

Wisnu menjelaskan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN), perusahaan, serta masyarakat melalui unit pengumpul zakat di tingkat kelurahan, RT, dan RW.

Menurutnya, seluruh dana yang dihimpun dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk bedah rumah. Bahkan, kelurahan dengan penghimpunan ZIS yang tinggi akan mendapatkan apresiasi berupa tambahan kuota program bedah rumah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta jajaran yang terus mendukung program Baznas Bazis Jakarta Utara. Semoga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," katanya.

Saat meresmikan Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 di lingkungan RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kamis (9/7), Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, mengangkat martabat, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat.

"Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas Bazis dalam mengurangi ketimpangan hunian sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat," ungkapnya.

Hendra menambahkan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari ASN, perusahaan, dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui Baznas Bazis agar semakin banyak warga yang dapat dibantu.

Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan apabila masih terdapat warga yang ijazahnya tertahan di sekolah agar dapat difasilitasi melalui Program Tebus Ijazah. "Saya berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang terkendala meraih masa depan karena ijazahnya tertahan. Pendidikan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

Pada acara peresmian Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 turut dihadiri Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, KH. A. Nur Alam Bakhtir, Camat Koja, Toto Bondan, Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi, serta jajaran terkait.

09/07/2026 | Kontributor: Habibi Zein
Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS Salurkan Santunan Rp3,44 M

Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS (BAZIS) Salurkan Santunan Rp3,44 Miliar untuk 3.440 Anak Yatim se-DKI Jakarta

BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan "Santunan Muharram dan Belanja Bersama Anak Yatim: Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta" di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026), dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program yang dirancang untuk menebar kebahagiaan ini menjangkau skala masif di seluruh wilayah administrasi Jakarta. Total penerima manfaat pada tahun ini mencapai 3.440 anak yatim yang tersebar di 5 Wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu , dengan total dengan total santunan senilai Rp3.440.000.000,- (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah) . Secara rinci, sebaran penyaluran santunan di wilayah DKI Jakarta pada momentum Muharram tahun ini adalah sebagai berikut:

- Jakarta Selatan: 1.200 anak yatim (Total Rp1,2 Miliar)

- Jakarta Timur: 600 anak yatim (Total Rp600 Juta)

- Jakarta Utara: 550 anak yatim (Total Rp550 Juta)

- Jakarta Barat: 450 anak yatim (Total Rp450 Juta)

- Jakarta Pusat: 400 anak yatim (Total Rp400 Juta)

- Kepulauan Seribu: 240 anak yatim (Total Rp240 Juta)

Dari ribuan penerima manfaat tersebut, sebanyak 150 anak yatim dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun dihadirkan secara langsung di Gajah Mada Plaza untuk merasakan pengalaman berbelanja dan merayakan kebersamaan. Setiap anak yang hadir menerima paket santunan senilai Rp1.000.000,- yang terdiri atas:

- Rp500.000,- paket pemenuhan gizi (beras, telur, daging kornet, daging ayam, susu, dan bahan pangan lainnya);

- Rp250.000,- voucher belanja di Hypermart;

- Rp250.000,- uang tunai;

- Tambahan paket sekolah berupa tas dan alat tulis.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung keberlanjutan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang.

Gubernur Pramono mengapresiasi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung berbagai program sosial, termasuk Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera. Sepanjang 2025, program tersebut telah membantu 6.050 peserta didik dengan total bantuan Rp14,9 miliar, dan pada 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan pemutihan 6.000 ijazah agar semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala administrasi.

Ia turut menyoroti keberlanjutan dan cakupan kerja BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta di luar kegiatan hari ini.

> "Kegiatan seperti ini sederhana temanya, tapi manfaatnya besar dan langsung dirasakan oleh anak-anak yatim kita. Insya Allah, kegiatan baik seperti ini akan terus kita adakan setiap tahun," ujar Pramono.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dengan program-program lain seperti Tebus Ijazah dan Bedah Rumah Dhuafa, yang menurutnya memperlihatkan cakupan kerja lembaga yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat.

Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., menambahkan, kegiatan hari ini merupakan representasi dari penyaluran yang lebih luas ke seluruh penjuru Jakarta.

> "Setiap keranjang belanja yang terisi hari ini bukan sekadar barang kebutuhan, melainkan simbol harapan, kemandirian, dan bukti kasih sayang kita untuk anak yatim DKI Jakarta," tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen transparansi, Laporan Keuangan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen — capaian yang menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah oleh lembaga dijalankan secara profesional dan akuntabel, sejalan dengan prinsip amanah yang menjadi landasan seluruh program penyaluran, termasuk Santunan Muharam.

BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan kehadiran langsung dalam kegiatan ini, serta kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.

09/07/2026 | Kontributor: Habibi Zein
BAZNAS DKI Jakarta Kembali Tebus Ijazah 118 Siswa Madrasah di Jakarta Barat

BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Kembali Tebus Ijazah 118 Siswa Madrasah di Jakarta Barat sekaligus Berikan Apresiasi Kepada Pengumpul ZIS Terbaik

Jakarta, 23 Juni 2026 — BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat memberikan apresiasi kepada madrasah dan lembaga pendidikan yang berhasil menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) terbanyak melalui Program Gerakan Amplop Ramadhan 1447 H. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyalurkan bantuan Tebus Ijazah kepada 118 siswa dari 11 madrasah di Jakarta Barat yang ijazahnya tertahan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Akhmad H. Abu Bakar, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Yuli Hartono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat Saiful Amri, Kepala Pelaksana BAZNAS (BAZIS) Kota Jakarta Barat Heru Norwanto, serta jajaran Kementerian Agama dan kepala madrasah se-Jakarta Barat.

Program Gerakan Amplop Ramadhan merupakan inovasi pengumpulan infak dan sedekah yang melibatkan peserta didik madrasah dan pondok pesantren di bawah naungan Kementerian Agama Kota Jakarta Barat. Program ini tidak hanya bertujuan menghimpun dana sosial keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi sejak usia dini.

Pada tahun 2026, Program Gerakan Amplop Ramadhan berhasil menghimpun dana sebesar Rp247.678.000 yang berasal dari partisipasi 168 lembaga pendidikan, terdiri atas madrasah negeri, madrasah swasta, PC IGRA, dan KKMI di lingkungan Kementerian Agama Kota Jakarta Barat. Capaian tersebut melanjutkan keberhasilan program pada tahun sebelumnya yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp411.375.200.

Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Akhmad H. Abu Bakar mengatakan bahwa Gerakan Amplop Ramadhan merupakan bagian dari upaya membangun karakter sosial peserta didik melalui kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Gerakan Amplop Ramadhan lahir dari keyakinan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Ketika peserta didik menyisihkan sebagian uang jajannya untuk berinfak, mereka sedang belajar tentang empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial,” ujar Akhmad.

Menurut Akhmad, keberhasilan program tidak hanya diukur dari nominal dana yang terkumpul, tetapi juga dari keterlibatan 168 lembaga pendidikan yang menjadi modal sosial penting dalam membangun budaya filantropi di lingkungan madrasah. Ia mengapresiasi seluruh madrasah, guru, orang tua, dan peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Dana yang terhimpun kemudian didayagunakan melalui program Tebus Ijazah dengan total penyaluran sebesar Rp124.317.000. Bantuan tersebut diberikan kepada 118 siswa dari 11 madrasah yang mengalami kendala dalam pengambilan ijazah karena kondisi ekonomi keluarga.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Yuli Hartono mengapresiasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta atas penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya memberikan penghargaan kepada pengumpul ZIS terbaik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui program Tebus Ijazah. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran untuk mendukung dunia pendidikan.

“Program Tebus Ijazah menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik. Ini merupakan wujud nyata kebermanfaatan zakat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Yuli Hartono.

BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta berharap sinergi dengan Kementerian Agama, madrasah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga Program Gerakan Amplop Ramadhan dan Tebus Ijazah dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat serta semakin memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan masyarakat.

25/06/2026 | Kontributor: Habibi Zein
Seleksi Santriwati Baru Pesantren Tahfiz Difabel 2026/2027, Wujud Komitmen BAZNA

Seleksi Santriwati Baru Pesantren Tahfiz Difabel 2026/2027, Wujud Komitmen BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta terhadap Pendidikan Inklusif

Jakarta, 14 Juni 2026 – BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menggelar Tes Penerimaan Calon Santriwati Baru *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah Tahun Ajaran 2026/2027* sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan setara bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu. *Sebanyak 26 calon santriwati mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung pada Minggu (14/6).*

Proses seleksi dilaksanakan secara komprehensif untuk mengenali potensi, kesiapan belajar, serta dukungan keluarga terhadap calon santriwati. Tahapan seleksi meliputi asesmen dasar, psikotes, wawancara orang tua, dan wawancara calon santriwati. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan, kondisi psikologis, serta kesiapan calon santriwati dalam mengikuti pendidikan di *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah.*

*Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah yang berdiri sejak 2022 merupakan salah satu program pemberdayaan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta* di bidang pendidikan. Hingga 2026, pesantren telah membina 38 santri, meluluskan angkatan pertama pada 2025, serta berhasil mengantarkan sejumlah alumni bekerja dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Capaian tersebut membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar untuk berprestasi apabila memperoleh akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan yang setara.

Pesantren mengembangkan kurikulum terpadu yang memadukan pendidikan tahfiz Al-Qur'an, pendidikan formal, serta pembinaan vokasi dan keterampilan hidup. Selain itu, berbagai kegiatan seni dan pengembangan bakat juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mendorong kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk karakter santri agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, dan siap menghadapi kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Kepala Sekolah *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah, Ustadz Ayub Syahrul,* mengajak para orang tua untuk terus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.

*"Kami percaya setiap anak memiliki potensi yang Allah SWT titipkan. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung. Kami mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya dengan optimisme dan kasih sayang agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat,"* ujar Ustadz Ayub Syahrul.

Ia menambahkan, Pesantren Tahfiz Difabel telah menyiapkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus. Didukung fasilitas yang memadai, guru-guru yang kompeten, serta berbagai kegiatan seni dan pengembangan bakat, pesantren berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi setiap santri.

*"Kami berharap para orang tua tidak ragu mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pesantren Tahfiz Difabel. Dengan fasilitas yang memadai, tenaga pendidik yang kompeten, serta kegiatan seni dan pengembangan bakat yang mendukung, kami optimistis setiap santri dapat berkembang sesuai potensi terbaiknya,"* tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus sekaligus konsultan *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah, Dr. Hartini Nara,* menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus sangat ditentukan oleh kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan.

*"Setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang melalui dukungan keluarga, lingkungan belajar yang positif, dan pendampingan yang tepat. Kepada para calon santriwati, ikutilah setiap proses seleksi dengan percaya diri dan penuh semangat, karena pesantren ini menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan karakter, dan meraih masa depan yang lebih baik,"* jelas Dr. Hartini Nara.

Melalui penyelenggaraan seleksi ini, *BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta* menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi anak berkebutuhan khusus. Dukungan seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan inklusif sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, mandiri, dan meraih masa depan yang lebih baik.

17/06/2026 | Kontributor: Habibi Zein

Berita Pendistribusian

BAZNAS DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang
BAZNAS DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang
BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang Jakarta Barat BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Resmikan MCK Kolaborasi Bersama PT JNE di Kelurahan Tomang Jakarta, 29 Juni 2026 – BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta meresmikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di RW 12 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/6). Peresmian dilakukan oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, bersama Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, sebagai wujud kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan PT JNE dalam meningkatkan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk. Peresmian MCK tersebut dilaksanakan usai rangkaian Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kelurahan Tomang yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Kehadiran fasilitas sanitasi ini menjadi bagian dari dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan. Program pembangunan dan renovasi MCK merupakan hasil kolaborasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dengan PT JNE melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp110 juta. Sebanyak Rp70 juta dimanfaatkan untuk pembangunan dan renovasi MCK di Kelurahan Tomang yang kini telah selesai dan siap digunakan masyarakat. Sementara Rp40 juta lainnya dialokasikan untuk renovasi MCK di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, yang saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan dan desain. Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, mengatakan penyediaan fasilitas sanitasi yang layak merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, akses terhadap MCK yang bersih dan sehat tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, tetapi juga menjaga kenyamanan dan martabat masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. "Kami meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas dasar yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kehadiran MCK ini diharapkan dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat, nyaman, dan bermartabat," ujar Akhmad H. Abu Bakar. Ia menambahkan, kolaborasi dengan PT JNE menjadi contoh bagaimana dana zakat, infak, sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS (BAZIS) serta dana CSR perusahaan dapat disinergikan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. "Kolaborasi ini membuktikan bahwa pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan dunia usaha dapat berjalan bersama menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Kami berharap semakin banyak mitra yang bergabung sehingga lebih banyak lagi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya masyarakat prasejahtera yang tinggal di kawasan padat penduduk," tambahnya. Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, mengapresiasi kontribusi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan PT JNE dalam mendukung penyediaan fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). "Wilayah padat penduduk membutuhkan perhatian dan gotong royong dari berbagai pihak. Kehadiran MCK ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS (BAZIS), dan dunia usaha mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang memperoleh akses terhadap sanitasi yang layak," ujar Iin. Peresmian MCK di RW 12 Kelurahan Tomang menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas dasar yang layak. Ke depan, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan lebih banyak program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah yang masih membutuhkan akses sanitasi yang memadai. #Infaq #baznas #Zakat #Sedekah #Kampung Zakat
DARURAT_SOSIAL09/07/2026 | Habibi Zein
Dari Zakat untuk Umat, Program Bedah Rumah Baznas Bazis Wujudkan Hunian Layak di
Dari Zakat untuk Umat, Program Bedah Rumah Baznas Bazis Wujudkan Hunian Layak di
Senyum bahagia terpancar dari wajah Minarni (56), warga RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, saat menempati rumah barunya yang kini berdiri kokoh dan nyaman. Setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang kerap kebanjiran dan nyaris roboh, impiannya memiliki hunian layak akhirnya terwujud melalui Program Bedah Rumah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara. Bagi Minarni, rumah baru yang kini ditempatinya bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya. Rumah berukuran 6 x 3,2 meter yang berdiri di atas tanah warisan orang tuanya itu telah dihuni keluarga selama lebih dari 45 tahun. Sebelumnya, rumah tersebut mengalami kerusakan parah dan hampir setiap hujan turun selalu dilanda banjir. "Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Baznas Bazis, Bapak Camat, Bapak Lurah, dan semua yang telah membantu. Rumah kami kini sudah bagus dan nyaman. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu dengan kesehatan, keberkahan, serta perlindungan-Nya," ucap Minarni. Ia menambahkan, proses pembangunan rumahnya berlangsung sekitar tiga minggu hingga akhirnya berubah menjadi hunian yang layak dan aman untuk ditempati bersama keluarga. Program yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu. Pada tahun 2026, Program Bedah Rumah Dhuafa menargetkan pembangunan 35 rumah. Pada Semester I, sebanyak 20 warga telah menjadi penerima manfaat, dengan rincian 15 rumah telah selesai dibangun dan lima rumah lainnya masih dalam tahap pengerjaan, sementara sisanya tengah menjalani proses asesmen. Kepala Pelaksana Wilayah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara, Wisnu Cakraningrat, mengatakan Program Bedah Rumah merupakan program rutin tahunan yang disinergikan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. "Program ini bertujuan membantu warga dhuafa atau mustahik agar memiliki hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman. Tahun ini kami menargetkan 35 rumah. Pada semester I telah selesai membangun 15 rumah, lima rumah sedang dalam proses, sedangkan sisanya masih dalam tahap asesmen," ujarnya. Wisnu menjelaskan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN), perusahaan, serta masyarakat melalui unit pengumpul zakat di tingkat kelurahan, RT, dan RW. Menurutnya, seluruh dana yang dihimpun dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk bedah rumah. Bahkan, kelurahan dengan penghimpunan ZIS yang tinggi akan mendapatkan apresiasi berupa tambahan kuota program bedah rumah. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta jajaran yang terus mendukung program Baznas Bazis Jakarta Utara. Semoga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," katanya. Saat meresmikan Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 di lingkungan RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kamis (9/7), Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, mengangkat martabat, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat. "Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas Bazis dalam mengurangi ketimpangan hunian sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat," ungkapnya. Hendra menambahkan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari ASN, perusahaan, dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui Baznas Bazis agar semakin banyak warga yang dapat dibantu. Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan apabila masih terdapat warga yang ijazahnya tertahan di sekolah agar dapat difasilitasi melalui Program Tebus Ijazah. "Saya berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang terkendala meraih masa depan karena ijazahnya tertahan. Pendidikan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik," tuturnya. Pada acara peresmian Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 turut dihadiri Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, KH. A. Nur Alam Bakhtir, Camat Koja, Toto Bondan, Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi, serta jajaran terkait. #Bedah Rumah #Infaq #Zakat #Sedekah #baznas
RTLH09/07/2026 | Habibi Zein
Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS Salurkan Santunan Rp3,44 M
Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS Salurkan Santunan Rp3,44 M
Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta: BAZNAS (BAZIS) Salurkan Santunan Rp3,44 Miliar untuk 3.440 Anak Yatim se-DKI Jakarta BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan "Santunan Muharram dan Belanja Bersama Anak Yatim: Muliakan Yatim Bersama Gubernur DKI Jakarta" di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026), dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program yang dirancang untuk menebar kebahagiaan ini menjangkau skala masif di seluruh wilayah administrasi Jakarta. Total penerima manfaat pada tahun ini mencapai 3.440 anak yatim yang tersebar di 5 Wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu , dengan total dengan total santunan senilai Rp3.440.000.000,- (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah) . Secara rinci, sebaran penyaluran santunan di wilayah DKI Jakarta pada momentum Muharram tahun ini adalah sebagai berikut: - Jakarta Selatan: 1.200 anak yatim (Total Rp1,2 Miliar) - Jakarta Timur: 600 anak yatim (Total Rp600 Juta) - Jakarta Utara: 550 anak yatim (Total Rp550 Juta) - Jakarta Barat: 450 anak yatim (Total Rp450 Juta) - Jakarta Pusat: 400 anak yatim (Total Rp400 Juta) - Kepulauan Seribu: 240 anak yatim (Total Rp240 Juta) Dari ribuan penerima manfaat tersebut, sebanyak 150 anak yatim dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun dihadirkan secara langsung di Gajah Mada Plaza untuk merasakan pengalaman berbelanja dan merayakan kebersamaan. Setiap anak yang hadir menerima paket santunan senilai Rp1.000.000,- yang terdiri atas: - Rp500.000,- paket pemenuhan gizi (beras, telur, daging kornet, daging ayam, susu, dan bahan pangan lainnya); - Rp250.000,- voucher belanja di Hypermart; - Rp250.000,- uang tunai; - Tambahan paket sekolah berupa tas dan alat tulis. Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung keberlanjutan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang. Gubernur Pramono mengapresiasi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung berbagai program sosial, termasuk Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera. Sepanjang 2025, program tersebut telah membantu 6.050 peserta didik dengan total bantuan Rp14,9 miliar, dan pada 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan pemutihan 6.000 ijazah agar semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala administrasi. Ia turut menyoroti keberlanjutan dan cakupan kerja BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta di luar kegiatan hari ini. > "Kegiatan seperti ini sederhana temanya, tapi manfaatnya besar dan langsung dirasakan oleh anak-anak yatim kita. Insya Allah, kegiatan baik seperti ini akan terus kita adakan setiap tahun," ujar Pramono. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta dengan program-program lain seperti Tebus Ijazah dan Bedah Rumah Dhuafa, yang menurutnya memperlihatkan cakupan kerja lembaga yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat. Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., menambahkan, kegiatan hari ini merupakan representasi dari penyaluran yang lebih luas ke seluruh penjuru Jakarta. > "Setiap keranjang belanja yang terisi hari ini bukan sekadar barang kebutuhan, melainkan simbol harapan, kemandirian, dan bukti kasih sayang kita untuk anak yatim DKI Jakarta," tuturnya. Sebagai bentuk komitmen transparansi, Laporan Keuangan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen — capaian yang menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah oleh lembaga dijalankan secara profesional dan akuntabel, sejalan dengan prinsip amanah yang menjadi landasan seluruh program penyaluran, termasuk Santunan Muharam. BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan kehadiran langsung dalam kegiatan ini, serta kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.
DAKWAH09/07/2026 | Habibi Zein
BAZNAS DKI Jakarta Kembali Tebus Ijazah 118 Siswa Madrasah di Jakarta Barat
BAZNAS DKI Jakarta Kembali Tebus Ijazah 118 Siswa Madrasah di Jakarta Barat
BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Kembali Tebus Ijazah 118 Siswa Madrasah di Jakarta Barat sekaligus Berikan Apresiasi Kepada Pengumpul ZIS Terbaik Jakarta, 23 Juni 2026 — BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat memberikan apresiasi kepada madrasah dan lembaga pendidikan yang berhasil menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) terbanyak melalui Program Gerakan Amplop Ramadhan 1447 H. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyalurkan bantuan Tebus Ijazah kepada 118 siswa dari 11 madrasah di Jakarta Barat yang ijazahnya tertahan akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Akhmad H. Abu Bakar, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Yuli Hartono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat Saiful Amri, Kepala Pelaksana BAZNAS (BAZIS) Kota Jakarta Barat Heru Norwanto, serta jajaran Kementerian Agama dan kepala madrasah se-Jakarta Barat. Program Gerakan Amplop Ramadhan merupakan inovasi pengumpulan infak dan sedekah yang melibatkan peserta didik madrasah dan pondok pesantren di bawah naungan Kementerian Agama Kota Jakarta Barat. Program ini tidak hanya bertujuan menghimpun dana sosial keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi sejak usia dini. Pada tahun 2026, Program Gerakan Amplop Ramadhan berhasil menghimpun dana sebesar Rp247.678.000 yang berasal dari partisipasi 168 lembaga pendidikan, terdiri atas madrasah negeri, madrasah swasta, PC IGRA, dan KKMI di lingkungan Kementerian Agama Kota Jakarta Barat. Capaian tersebut melanjutkan keberhasilan program pada tahun sebelumnya yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp411.375.200. Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Akhmad H. Abu Bakar mengatakan bahwa Gerakan Amplop Ramadhan merupakan bagian dari upaya membangun karakter sosial peserta didik melalui kebiasaan berbagi dan peduli terhadap sesama. “Gerakan Amplop Ramadhan lahir dari keyakinan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Ketika peserta didik menyisihkan sebagian uang jajannya untuk berinfak, mereka sedang belajar tentang empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial,” ujar Akhmad. Menurut Akhmad, keberhasilan program tidak hanya diukur dari nominal dana yang terkumpul, tetapi juga dari keterlibatan 168 lembaga pendidikan yang menjadi modal sosial penting dalam membangun budaya filantropi di lingkungan madrasah. Ia mengapresiasi seluruh madrasah, guru, orang tua, dan peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Dana yang terhimpun kemudian didayagunakan melalui program Tebus Ijazah dengan total penyaluran sebesar Rp124.317.000. Bantuan tersebut diberikan kepada 118 siswa dari 11 madrasah yang mengalami kendala dalam pengambilan ijazah karena kondisi ekonomi keluarga. Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Yuli Hartono mengapresiasi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta atas penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya memberikan penghargaan kepada pengumpul ZIS terbaik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui program Tebus Ijazah. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran untuk mendukung dunia pendidikan. “Program Tebus Ijazah menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik. Ini merupakan wujud nyata kebermanfaatan zakat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Yuli Hartono. BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta berharap sinergi dengan Kementerian Agama, madrasah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga Program Gerakan Amplop Ramadhan dan Tebus Ijazah dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat serta semakin memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan masyarakat.
SCB25/06/2026 | Habibi Zein
Seleksi Santriwati Baru Pesantren Tahfiz Difabel 2026/2027, Wujud Komitmen BAZNA
Seleksi Santriwati Baru Pesantren Tahfiz Difabel 2026/2027, Wujud Komitmen BAZNA
Seleksi Santriwati Baru Pesantren Tahfiz Difabel 2026/2027, Wujud Komitmen BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta terhadap Pendidikan Inklusif Jakarta, 14 Juni 2026 – BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menggelar Tes Penerimaan Calon Santriwati Baru *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah Tahun Ajaran 2026/2027* sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan setara bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu. *Sebanyak 26 calon santriwati mengikuti rangkaian seleksi yang berlangsung pada Minggu (14/6).* Proses seleksi dilaksanakan secara komprehensif untuk mengenali potensi, kesiapan belajar, serta dukungan keluarga terhadap calon santriwati. Tahapan seleksi meliputi asesmen dasar, psikotes, wawancara orang tua, dan wawancara calon santriwati. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan, kondisi psikologis, serta kesiapan calon santriwati dalam mengikuti pendidikan di *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah.* *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah yang berdiri sejak 2022 merupakan salah satu program pemberdayaan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta* di bidang pendidikan. Hingga 2026, pesantren telah membina 38 santri, meluluskan angkatan pertama pada 2025, serta berhasil mengantarkan sejumlah alumni bekerja dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Capaian tersebut membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar untuk berprestasi apabila memperoleh akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan yang setara. Pesantren mengembangkan kurikulum terpadu yang memadukan pendidikan tahfiz Al-Qur'an, pendidikan formal, serta pembinaan vokasi dan keterampilan hidup. Selain itu, berbagai kegiatan seni dan pengembangan bakat juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mendorong kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk karakter santri agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, dan siap menghadapi kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. Kepala Sekolah *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah, Ustadz Ayub Syahrul,* mengajak para orang tua untuk terus memberikan kepercayaan dan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya. *"Kami percaya setiap anak memiliki potensi yang Allah SWT titipkan. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung. Kami mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya dengan optimisme dan kasih sayang agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat,"* ujar Ustadz Ayub Syahrul. Ia menambahkan, Pesantren Tahfiz Difabel telah menyiapkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus. Didukung fasilitas yang memadai, guru-guru yang kompeten, serta berbagai kegiatan seni dan pengembangan bakat, pesantren berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi setiap santri. *"Kami berharap para orang tua tidak ragu mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pesantren Tahfiz Difabel. Dengan fasilitas yang memadai, tenaga pendidik yang kompeten, serta kegiatan seni dan pengembangan bakat yang mendukung, kami optimistis setiap santri dapat berkembang sesuai potensi terbaiknya,"* tambahnya. Sementara itu, Tenaga Ahli Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus sekaligus konsultan *Pesantren Tahfiz Difabel KH. Ahmad Luthfi Fathullah, Dr. Hartini Nara,* menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus sangat ditentukan oleh kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan. *"Setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang melalui dukungan keluarga, lingkungan belajar yang positif, dan pendampingan yang tepat. Kepada para calon santriwati, ikutilah setiap proses seleksi dengan percaya diri dan penuh semangat, karena pesantren ini menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan karakter, dan meraih masa depan yang lebih baik,"* jelas Dr. Hartini Nara. Melalui penyelenggaraan seleksi ini, *BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta* menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi anak berkebutuhan khusus. Dukungan seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan inklusif sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, mandiri, dan meraih masa depan yang lebih baik. #baznas #Infaq #Zakat #Sedekah
SCB17/06/2026 | Habibi Zein
Gerak Cepat BAZNAS (BAZIS) DKI Pasok Kebutuhan Darurat 674 Penyintas Kebakaran P
Gerak Cepat BAZNAS (BAZIS) DKI Pasok Kebutuhan Darurat 674 Penyintas Kebakaran P
Gerak Cepat BAZNAS (BAZIS) DKI Pasok Kebutuhan Darurat 674 Penyintas Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran Jakarta, 3 Juni 2026 – Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di *RW 04 dan RW 05, kawasan Pasar Jiung* , Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin malam (1/6) menghanguskan *304 rumah dan berdampak pada 354 kepala keluarga atau 674 jiwa* dan *8 orang* dilaporkan mengalami luka sedang akibat peristiwa tersebut. Menindaklanjuti musibah ini, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, *Akhmad H. Abu Bakar* , mendampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, *Rano Karno* , meninjau langsung lokasi terdampak pada Selasa (2/6). Kunjungan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga berjalan dengan baik.Dalam dialog bersama warga, Wakil Gubernur Rano Karno menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang lebih aman dan layak, termasuk melalui penyediaan hunian vertikal bagi warga terdampak. Sementara itu, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta Akhmad H. Abu Bakar menegaskan komitmen lembaganya untuk hadir sejak awal masa tanggap darurat.> "Musibah kebakaran ini menjadi duka bagi kita semua. BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta hadir sebagai bagian dari ikhtiar membantu meringankan beban warga terdampak. Kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh pihak terkait agar kebutuhan para penyintas dapat terpenuhi dengan baik," ujar Akhmad H. Abu Bakar. Sejak Senin malam (1/6), Tim BAZNAS (BAZIS) Tanggap Bencana (BTB) DKI Jakarta telah bergerak cepat ke lokasi untuk mendampingi proses evakuasi dan melakukan asesmen kebutuhan mendesak para penyintas. Sebanyak lima relawan dan satu koordinator lapangan diterjunkan langsung ke lokasi, dengan Posko Tanggap Bencana didirikan di Lapangan Jusuf Hamka sebagai pusat koordinasi bantuan dan pendampingan warga. Posko direncanakan beroperasi selama tujuh hari masa tanggap darurat, dan akan diperpanjang apabila para penyintas masih membutuhkan pendampingan.Berdasarkan asesmen tersebut, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan yang mencakup:- *Makanan siap saji untuk sarapan:* 500 porsi (hari pertama), 600 porsi (hari kedua), dan 600 porsi (hari ketiga) — total 1.700 porsi;- 354 *paket sembako* yang disalurkan kepada seluruh KK terdampak;- *Layanan dapur air* untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian;- *Mushola darurat* untuk mendukung kebutuhan ibadah warga;- *Popok (pampers) bayi dan dewasa* bagi kelompok rentan. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan di antara para penyintas, yang mencakup 35 lansia, 90 balita, serta ratusan anak usia sekolah dari dua RW terdampak. "Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pengungsian. BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Akhmad H. Abu Bakar. Atas respons cepat yang diberikan, Wakil Gubernur DKI Jakarta mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak membantu warga terdampak, termasuk BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta yang hadir memberikan dukungan kemanusiaan sejak awal kejadian.
BTB10/06/2026 | Habibi Zein
Senyum Haru Ibu Bainah: Rumah Nyaris Roboh Kini Kokoh Berkat Bedah Rumah BAZNAS
Senyum Haru Ibu Bainah: Rumah Nyaris Roboh Kini Kokoh Berkat Bedah Rumah BAZNAS
Senyum Haru Ibu Bainah: Rumah Nyaris Roboh Kini Kokoh Berkat Bedah Rumah BAZNAS (BAZIS) Jakarta Barat, 8 Juni 2026 — Raut wajah haru terpancar dari Ibu Bainah saat ia melangkah masuk ke rumahnya yang telah direnovasi total. Kini, ia tak lagi harus khawatir akan keselamatan keluarganya. Hunian yang dulunya nyaris roboh tersebut telah bertransformasi menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman melalui Program Bedah Rumah Dhuafa oleh BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta.Peresmian rumah yang berlokasi di Kelurahan Krendang, RW 06, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini dihadiri langsung oleh Walikota Administrasi Jakarta Barat, Hj. Iin Mutmainnah, Kepala Pelaksana Wilayah BAZNAS (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Barat, Heru Nurwanto, jajaran Pemerintah Kota, serta tokoh masyarakat setempat. Transformasi Hunian, Mengubah Kecemasan Menjadi KetenanganSebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah Ibu Bainah sangat memprihatinkan. Dinding yang retak dan atap yang bocor membuat keluarganya selalu dilanda rasa waswas, terutama saat hujan deras atau angin kencang melanda."Dulu, kalau hujan, saya tidak bisa tidur tenang karena air masuk ke dalam rumah. Saat angin besar, saya selalu takut rumah ini akan ambruk. Alhamdulillah, sekarang rumah saya sudah jauh lebih baik dan nyaman. Terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS (BAZIS), para donatur, dan semua pihak yang telah membantu," ujar Ibu Bainah dengan mata berkaca-kaca. Walikota Administrasi Jakarta Barat, Hj. Iin Mutmainnah, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Kota, BAZNAS (BAZIS), ASN, dan seluruh masyarakat. Program ini telah berhasil merenovasi 25 unit rumah di wilayah Jakarta Barat."Program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan manfaat konkret bagi warga yang membutuhkan. Terima kasih kepada BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta atas dedikasinya," tutur Iin Mutmainnah. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS (BAZIS). Menurutnya, dukungan dari masyarakat adalah kunci utama agar program-program sosial yang berdampak luas, seperti bedah rumah, dapat terus dirasakan oleh warga prasejahtera. Kepala Pelaksana Wilayah BAZNAS (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Barat, Heru Nurwanto, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana zakat secara berkelanjutan."Tujuan utama kami adalah memastikan warga prasejahtera memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat. Semoga bantuan ini tidak sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan semangat serta harapan baru bagi keluarga Ibu Bainah," jelas Heru. Untuk tahun 2026, BAZNAS (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Barat telah menetapkan target ambisius, yakni melakukan perbaikan bagi 120 unit rumah warga dhuafa. Peresmian rumah Ibu Bainah menjadi tonggak ke-25 dari rangkaian upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta Barat secara berkelanjutan. #baznas #Infaq #Zakat #Bedah Rumah #Sedekah
RTLH10/06/2026 | Habibi Zein
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. DKI Jakarta.

Lihat Daftar Rekening →