Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta menggelar kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persatuan Islam Jakarta dengan tema “Kolaborasi Lembaga Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan melalui Penguatan SDM Berpendidikan.” Acara ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda berdaya saing.
Kuliah umum menghadirkan Ir. H. Muhammad Bahaudin, S.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS DKI Jakarta periode 2025–2030, sebagai narasumber. Ia menegaskan peran zakat sebagai instrumen strategis pembangunan:
“Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi dan sosial. Kita bukan kompetitor, melainkan berjalan bersama membangun Islam, khususnya di bidang pendidikan. Biaya kuliah harus dijaga tetap terjangkau agar semakin banyak anak bangsa bisa mengenyam pendidikan tinggi. Saat ini tersedia berbagai program yang bisa diakses, mulai dari bantuan pendidikan, pemberdayaan usaha, hingga program penguatan ekonomi umat. Semua itu bagian dari ikhtiar kita menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kh. Aay Muhammad Furkon (Ketua Bidang Maliyyah PP Persis / Ketua Senat STAI Persis), yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pendidikan:
“Era sekarang adalah era kolaborasi dan kerjasama. Problem SDM kita mutlak masih rendah, dan kesempatan mendapatkan pekerjaan pun masih sangat terbatas dalam meniti karier. Negara harus bersyukur kepada BAZIS karena sudah banyak membantu, khususnya di bidang pendidikan. Persis pun mengucapkan terima kasih kepada BAZIS atas kolaborasi ini,” ungkapnya.
Momentum kuliah umum ini ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber serta sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS DKI Jakarta berharap dapat memperluas akses pendidikan tinggi yang terjangkau, sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Jakarta melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.










