WhatsApp Icon

Banjir Surut, Ancaman Baru Mengintai: BAZNAS (BAZIS) Alirkan Air Bersih untuk Warga Aceh

21/01/2026  |  Penulis: Habibi Zein

Bagikan:URL telah tercopy
Banjir Surut, Ancaman Baru Mengintai: BAZNAS (BAZIS) Alirkan Air Bersih untuk Warga Aceh

Banjir Surut, Ancaman Baru Mengintai: BAZNAS (BAZIS) Alirkan Air Bersih untuk Warga Aceh

Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, krisis kemanusiaan belum berakhir. Saat air mulai surut dan lumpur mengering, warga Aceh Tamiang justru dihadapkan pada ancaman baru yang tak kalah berbahaya: krisis air bersih.

Sumur-sumur warga menghitam, berbau, dan tercemar. Untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, sebagian warga terpaksa mengonsumsi sisa-sisa air banjir yang tidak layak. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kulit dan gangguan pencernaan, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan. Tanpa ketersediaan air bersih, warga juga kesulitan membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur pascabanjir.

Merespons kondisi darurat tersebut, BAZNAS (BAZIS) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan mengalirkan air bersih melalui water roam yang dilengkapi penampung air dan pompa air. Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, sembilan titik water roam telah dioperasikan di wilayah Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, guna memastikan masyarakat terdampak memperoleh akses air bersih yang aman dan layak untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, serta membersihkan rumah dan lingkungan.

Penyaluran water roam difokuskan di sejumlah lokasi terdampak, yakni Masjid Al Amin, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru; Masjid Istiqomah, Alur Cucur, Kecamatan Rantau; Masjid Nurul Huda, Dusun Kramat, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru; Kampung Pematang Durian, Kecamatan Sekerak; Masjid Al Huda, Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak; Dusun Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed; serta Kampung Durian, Kecamatan Rantau. Lokasi-lokasi tersebut menjadi prioritas karena sumber air bersih warga mengalami pencemaran berat pascabanjir.

“Alhamdulillah, melalui water roam yang dilengkapi penampung dan pompa air, kami berupaya memastikan warga tetap memiliki akses air bersih di tengah keterbatasan pascabencana. Namun, jumlah ini masih sangat jauh dari cukup. Ribuan warga di desa-desa terpencil masih harus berjalan berkilo-kilometer atau mengandalkan bantuan air tangki yang terbatas hanya untuk bertahan hidup. Kebutuhan di lapangan masih sangat besar, sehingga dukungan dan kepedulian bersama terus dibutuhkan,” ujar Wakil Ketua IV BAZNAS (BAZIS), Prof. Dr. H. Bunyamin.

Sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat bantuan air bersih, BAZNAS (BAZIS) mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu para penyintas bencana. Dukungan dapat disalurkan melalui donasi terbaik di laman donasi.baznasbazisdki.id/pedulibencana agar distribusi air bersih dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Bantuan water roam ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sekaligus membantu mencegah munculnya krisis kesehatan pascabencana. Kehadiran BAZNAS (BAZIS) di tengah masyarakat terdampak menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mempercepat proses pemulihan.

BAZNAS (BAZIS) menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga hingga masa pemulihan. Melalui kepedulian dan sinergi bersama, diharapkan para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat